5 film horor Terpopuler

JUL 21, 2011 BY RANGGA 17 COMMENTS POSTED UNDER: ASIAN FILM, CINEMATHERAPY, FEATURES, FILM LOKAL, HORROR

Indonesia dikenal sangat “jago” dalam urusan membuat film-film horor dan dari tahun ke tahun semakin banyak saja saja film horor yang hadir menyapa penggemarnya di bioskop. Sayangnya dari sekian banyak film horor yang sudah tayang, film horor yang dengan kemasan bagus masih bisa dihitung dengan jari. Film horor yang ada sekarang seperti hanya numpang lewat saja, tanpa ada yang bisa berkesan di hati penontonnya. Plot dan hantu yang ditawarkan juga monoton, “itu-itu saja” dan “begitu-begitu saja” tidak ada yang berani untuk menampilkan sesuatu yang baru dan beda. 5 film dibawah ini bisa dibilang film-film yang banyak dibicarakan orang, ceritanya yang original, fenomenal, dan punya tingkat kengerian yang membuat anda takut untuk ke kamar mandi, termasuk juga saya.

Malam Satu Suro (1988)
Sutradara: Sisworo Gautama Putra Pemain: Suzanna, Fendy Pradhana, Nurnaningsih, Soendjoto Adibroto, Karen Sukarno

Hantu dengan penampilan bermuka pucat, mata hitam lebam, dan berambut panjang tampaknya sudah menjadi ciri umum untuk film horor Indonesia. Tapi apa jadinya jika Suzanna yang menjadi hantunya? jawabannya adalah mimpi buruk. Aktris yang sudah malang-melintang di perfilman Indonesia khususnya untuk tema horor ini selalu berhasil menakut-nakuti penonton dengan perannya sebagai kuntilanak atau sundel bolong. Di film ini pun, sang ratu horor menampilkan aura mistis dan atmosfir seram yang maksimal. Perannya sebagai wanita berpunggung berlobang alias sundel bolong benar-benar tak bisa dikalahkan oleh hantu-hantu di film Indonesia zaman sekarang. Memang jika dilirik dari segi cerita, Malam Satu Suro mempunyai plot yang dangkal. Akting para pemainnya pun kaku dalam membawakan perannya masing-masing. Namun jika berbicara “suasana merinding” film ini bisa dijagokan dengan faktor Suzanna sebagai kelebihannya. Film yang menceritakan tentang hantu sundel bolong yang menjadi manusia bernama Suketi ini adalah salah satu film terseram yang dimiliki horor Indonesia.

Momen Terseram: Perubahan dari manusia menjadi hantu sundel bolong. Paku yang tertancap di kepala Suketi dicabut mengakibatkan dia kembali berubah menjadi wujud aslinya yaitu sundel bolong.

Pengabdi Setan (1980)
Sutradara: Sisworo Gautama Putra Pemain: Ruth Pelupessi, W.D Mochtar, Fachrul Rozy, Simon Cader, H.I.M Damsyik

Film yang punya judul internasional Satan’s Slave ini memang diciptakan untuk membuat penontonnya lompat dari tempat duduknya. Adegan-adegan seram bercampur kengerian bisa dirasakan di film yang bercerita tentang rumah berhantu ini. Setelah ditinggal sosok seorang ibu dikarenakan meninggal, seorang anak mulai mengalami peristiwa aneh di rumahnya. Arwah ibunya sering berkunjung dan menghantui si anak. Keanehan makin menjadi ketika seorang pembantu baru mulai tinggal di rumah itu. Keluarga si anak menjadi terganggu ketentraman hidupnya oleh peristiwa-peristiwa janggal yang diluar akal sehat manusia. Akting para pemainnya yang kaku, cerita yang klise, dan efek yang sederhana boleh jadi kekurangan film ini. Tapi nilai minus tersebut ditutupi oleh kelebihan yang ditawarkan oleh film ini. Atmosfir kengerian yang luar biasa, adegan-adegan seram yang tiada duanya, dan sosok hantu yang khas merupakan nilai tambah tersendiri untuk film ini.

Momen Terseram: Arwah sang ibu yang muncul tiba-tiba di jendela dan mengganggu si anak yang mulai belajar sholat.

Bayi Ajaib (1982)
Sutradara: Tindra Rengat Pemain: Rina Hassim, Muni Cader, W.D Mochtar, A.N Alcaff, Wolly Sutinah

Berlatang belakang sebuah desa yang akan melaksanakan pemilihan lurah, seketika itu juga muncul keanehan-keanehan terjadi di desa tersebut. Malapetaka mulai menyelimuti desa yang sebelumnya damai setelah lahirnya seorang anak salah satu calon lurah. Anak ini disinyalir telah dirasuki roh jahat dari seorang portugis yang mati dengan tragis di desa ini puluhan tahun yang lalu. Bayi Ajaib telah menjadi icon film horor Indonesia dengan menyebarnya keseraman film ini di kalangan penggemar film. Bahkan film ini dipercaya sebagai cult-nya horor di Indonesia. Pemicunya tak lain adalah sudah tidak adanya film ini di pasaran alias langka dan fenomena seram film ini pun makin menjadi-jadi berkat faktor ingatan masa kecil ketika menonton film ini. Karena pada dasarnya film buatan tahun 80an ini biasa saja jika tidak karena hype-nya yang tinggi di masyarakat terutama penggemar film horor. Namun yang jelas seperti halnya film-film di tahun yang sama, film ini tetap menawarkan atmosfir kengeriannya yang khas. Adegan-adegan menakutkan di film ini menjadi mimpi buruk tersendiri bagi mereka yang menontonnya, sampai takut untuk sekedar ke kamar mandi.

Momen Terseram: Kandungan berumur 6 bulan yang pindah ke belakang lalu berusaha dibalikkan ke tempat semula oleh dukun setempat.

Jelangkung (2001)
Sutradara: Rizal Mantovani dan Jose Poernomo Pemain: Winky Wiryawan, Melanie Ariyanto, Rony Dozer, Harry Panca

Jelangkung yang sempat jadi film box office di negeri sendiri ketika pertama kali di rilis ini adalah pionir pembangkit film-film hantu Indonesia next generation. Film ini sangat fenomenal pada masa itu, jadi bahan diskusi dengan membawa isu-isu penampakan nyata yang ada di film tersebut. Tak pelak menjadikan film ini dibanjiri penonton yang haus film horor lokal yang pada saat itu seperti tertidur. Setelah kesuksesan film yang bercerita tentang 4 orang sahabat yang menyukai hal-hal berbau supernatural ini, mulai muncul film-film horor Indonesia yang modern. Namun sayangnya pamor dan orijinalitasnya belum bisa menyaingi film yang terkenal dengan mantra “datang tak dijemput, pulang tak diantar” ini. Dengan cerita yang cukup bagus, film ini berhasil membawa suasana baru di genre horor lokal. Atmosfir seram yang diciptakan juga serasa nyata dengan menghadirkan hantu-hantu yang sedang jadi bahan pembicaraan orang pada saat itu. Jelangkung adalah trendsetter baru bagi film horor Indonesia.

Momen Terseram: Kemunculan hantu suster ngesot di sebuah ruangan bekas rumah sakit.

Tusuk Jelangkung (2003)
Sutradara: Dimas Djayadiningrat Pemain: Ian Bahtiar, Dina Olivia, Samuel Rizal, Marcella Zalianty, Thomas Nawilis

Sekuel dari Jelangkung dengan penambahan “Tusuk” pada judulnya ini menambahkan unsur more action daripada film terdahulunya. Film ini pun dikemas lebih rapi dengan eksekusi yang lebih baik dari film pertamanya dengan lebih menjurus ke tema action-horror dengan menyuguhkan penampakan-penampakan hantu yang jauh lebih banyak. Melanjutkan formula sukses Jelangkung sebelumnya, film ini masih menceritakan kelanjutan teror hantu yang kali ini menimpa sekelompok anak muda yang secara sial kena batunya setelah bermain jelangkung di rumah dan harus mencabut jelangkung yang masih tertancap di angker batu. Jelangkung yang dahulu pernah ditancapkan ke sebuah kuburan anak kecil yang mati terbantai, tidak mau terus dihantui selama hidupnya, para remaja ini terpaksa menuju ke angker batu untuk mencabut jelangkung tersebut. Film kedua ini masih bisa dikatakan baik karena masih mengikuti jejak pendahulunya yang tetap fokus kepada membuat penonton takut. Walau diselipkan unsur-unsur action namun tidak mengurangi nilai seram secara keseluruhan di film ini.

Momen Terseram: Ketika Zul dan Sammy secara perlahan mendekati seorang hantu gadis yang sedang bermain piano, tanpa diketahui dari belakang mereka diikuti oleh hantu wanita tua yang semakin mendekat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s