5 film horor Terpopuler

JUL 21, 2011 BY RANGGA 17 COMMENTS POSTED UNDER: ASIAN FILM, CINEMATHERAPY, FEATURES, FILM LOKAL, HORROR

Indonesia dikenal sangat “jago” dalam urusan membuat film-film horor dan dari tahun ke tahun semakin banyak saja saja film horor yang hadir menyapa penggemarnya di bioskop. Sayangnya dari sekian banyak film horor yang sudah tayang, film horor yang dengan kemasan bagus masih bisa dihitung dengan jari. Film horor yang ada sekarang seperti hanya numpang lewat saja, tanpa ada yang bisa berkesan di hati penontonnya. Plot dan hantu yang ditawarkan juga monoton, “itu-itu saja” dan “begitu-begitu saja” tidak ada yang berani untuk menampilkan sesuatu yang baru dan beda. 5 film dibawah ini bisa dibilang film-film yang banyak dibicarakan orang, ceritanya yang original, fenomenal, dan punya tingkat kengerian yang membuat anda takut untuk ke kamar mandi, termasuk juga saya.

Malam Satu Suro (1988)
Sutradara: Sisworo Gautama Putra Pemain: Suzanna, Fendy Pradhana, Nurnaningsih, Soendjoto Adibroto, Karen Sukarno

Hantu dengan penampilan bermuka pucat, mata hitam lebam, dan berambut panjang tampaknya sudah menjadi ciri umum untuk film horor Indonesia. Tapi apa jadinya jika Suzanna yang menjadi hantunya? jawabannya adalah mimpi buruk. Aktris yang sudah malang-melintang di perfilman Indonesia khususnya untuk tema horor ini selalu berhasil menakut-nakuti penonton dengan perannya sebagai kuntilanak atau sundel bolong. Di film ini pun, sang ratu horor menampilkan aura mistis dan atmosfir seram yang maksimal. Perannya sebagai wanita berpunggung berlobang alias sundel bolong benar-benar tak bisa dikalahkan oleh hantu-hantu di film Indonesia zaman sekarang. Memang jika dilirik dari segi cerita, Malam Satu Suro mempunyai plot yang dangkal. Akting para pemainnya pun kaku dalam membawakan perannya masing-masing. Namun jika berbicara “suasana merinding” film ini bisa dijagokan dengan faktor Suzanna sebagai kelebihannya. Film yang menceritakan tentang hantu sundel bolong yang menjadi manusia bernama Suketi ini adalah salah satu film terseram yang dimiliki horor Indonesia.

Momen Terseram: Perubahan dari manusia menjadi hantu sundel bolong. Paku yang tertancap di kepala Suketi dicabut mengakibatkan dia kembali berubah menjadi wujud aslinya yaitu sundel bolong.

Pengabdi Setan (1980)
Sutradara: Sisworo Gautama Putra Pemain: Ruth Pelupessi, W.D Mochtar, Fachrul Rozy, Simon Cader, H.I.M Damsyik

Film yang punya judul internasional Satan’s Slave ini memang diciptakan untuk membuat penontonnya lompat dari tempat duduknya. Adegan-adegan seram bercampur kengerian bisa dirasakan di film yang bercerita tentang rumah berhantu ini. Setelah ditinggal sosok seorang ibu dikarenakan meninggal, seorang anak mulai mengalami peristiwa aneh di rumahnya. Arwah ibunya sering berkunjung dan menghantui si anak. Keanehan makin menjadi ketika seorang pembantu baru mulai tinggal di rumah itu. Keluarga si anak menjadi terganggu ketentraman hidupnya oleh peristiwa-peristiwa janggal yang diluar akal sehat manusia. Akting para pemainnya yang kaku, cerita yang klise, dan efek yang sederhana boleh jadi kekurangan film ini. Tapi nilai minus tersebut ditutupi oleh kelebihan yang ditawarkan oleh film ini. Atmosfir kengerian yang luar biasa, adegan-adegan seram yang tiada duanya, dan sosok hantu yang khas merupakan nilai tambah tersendiri untuk film ini.

Momen Terseram: Arwah sang ibu yang muncul tiba-tiba di jendela dan mengganggu si anak yang mulai belajar sholat.

Bayi Ajaib (1982)
Sutradara: Tindra Rengat Pemain: Rina Hassim, Muni Cader, W.D Mochtar, A.N Alcaff, Wolly Sutinah

Berlatang belakang sebuah desa yang akan melaksanakan pemilihan lurah, seketika itu juga muncul keanehan-keanehan terjadi di desa tersebut. Malapetaka mulai menyelimuti desa yang sebelumnya damai setelah lahirnya seorang anak salah satu calon lurah. Anak ini disinyalir telah dirasuki roh jahat dari seorang portugis yang mati dengan tragis di desa ini puluhan tahun yang lalu. Bayi Ajaib telah menjadi icon film horor Indonesia dengan menyebarnya keseraman film ini di kalangan penggemar film. Bahkan film ini dipercaya sebagai cult-nya horor di Indonesia. Pemicunya tak lain adalah sudah tidak adanya film ini di pasaran alias langka dan fenomena seram film ini pun makin menjadi-jadi berkat faktor ingatan masa kecil ketika menonton film ini. Karena pada dasarnya film buatan tahun 80an ini biasa saja jika tidak karena hype-nya yang tinggi di masyarakat terutama penggemar film horor. Namun yang jelas seperti halnya film-film di tahun yang sama, film ini tetap menawarkan atmosfir kengeriannya yang khas. Adegan-adegan menakutkan di film ini menjadi mimpi buruk tersendiri bagi mereka yang menontonnya, sampai takut untuk sekedar ke kamar mandi.

Momen Terseram: Kandungan berumur 6 bulan yang pindah ke belakang lalu berusaha dibalikkan ke tempat semula oleh dukun setempat.

Jelangkung (2001)
Sutradara: Rizal Mantovani dan Jose Poernomo Pemain: Winky Wiryawan, Melanie Ariyanto, Rony Dozer, Harry Panca

Jelangkung yang sempat jadi film box office di negeri sendiri ketika pertama kali di rilis ini adalah pionir pembangkit film-film hantu Indonesia next generation. Film ini sangat fenomenal pada masa itu, jadi bahan diskusi dengan membawa isu-isu penampakan nyata yang ada di film tersebut. Tak pelak menjadikan film ini dibanjiri penonton yang haus film horor lokal yang pada saat itu seperti tertidur. Setelah kesuksesan film yang bercerita tentang 4 orang sahabat yang menyukai hal-hal berbau supernatural ini, mulai muncul film-film horor Indonesia yang modern. Namun sayangnya pamor dan orijinalitasnya belum bisa menyaingi film yang terkenal dengan mantra “datang tak dijemput, pulang tak diantar” ini. Dengan cerita yang cukup bagus, film ini berhasil membawa suasana baru di genre horor lokal. Atmosfir seram yang diciptakan juga serasa nyata dengan menghadirkan hantu-hantu yang sedang jadi bahan pembicaraan orang pada saat itu. Jelangkung adalah trendsetter baru bagi film horor Indonesia.

Momen Terseram: Kemunculan hantu suster ngesot di sebuah ruangan bekas rumah sakit.

Tusuk Jelangkung (2003)
Sutradara: Dimas Djayadiningrat Pemain: Ian Bahtiar, Dina Olivia, Samuel Rizal, Marcella Zalianty, Thomas Nawilis

Sekuel dari Jelangkung dengan penambahan “Tusuk” pada judulnya ini menambahkan unsur more action daripada film terdahulunya. Film ini pun dikemas lebih rapi dengan eksekusi yang lebih baik dari film pertamanya dengan lebih menjurus ke tema action-horror dengan menyuguhkan penampakan-penampakan hantu yang jauh lebih banyak. Melanjutkan formula sukses Jelangkung sebelumnya, film ini masih menceritakan kelanjutan teror hantu yang kali ini menimpa sekelompok anak muda yang secara sial kena batunya setelah bermain jelangkung di rumah dan harus mencabut jelangkung yang masih tertancap di angker batu. Jelangkung yang dahulu pernah ditancapkan ke sebuah kuburan anak kecil yang mati terbantai, tidak mau terus dihantui selama hidupnya, para remaja ini terpaksa menuju ke angker batu untuk mencabut jelangkung tersebut. Film kedua ini masih bisa dikatakan baik karena masih mengikuti jejak pendahulunya yang tetap fokus kepada membuat penonton takut. Walau diselipkan unsur-unsur action namun tidak mengurangi nilai seram secara keseluruhan di film ini.

Momen Terseram: Ketika Zul dan Sammy secara perlahan mendekati seorang hantu gadis yang sedang bermain piano, tanpa diketahui dari belakang mereka diikuti oleh hantu wanita tua yang semakin mendekat.

CINTA LAURA Salah satu pemain ngetop di Indonesia

Tembus salah satu dari lima Universitas terbaik dunia tampaknya masih belum cukup untuk Cinta Laura. Meski disibukkan oleh segudang aktifitas keartisan dan tugas-tugas kuliahnya di Columbia University, artis multi-talenta ini ternyata punya ambisi lain, masuk Harvard!

“Mimpi aku yang lain adalah ingin bisa masuk sekolah hukum atau sekolah bisnis Harvard untuk mengambil master degree, lalu bekerja untuk United Nation atau World Bank. So, my future is set,” ujar Cinta kepada Rolling Stone baru-baru ini. “Yes, I’m very ambitious. Aku ingin banget bisa sukses jadi aktris atau penyanyi di Hollywood, but at the same time aku tidak mau jika ke depannya tidak sukses lalu aku kecewa. Maka sangat penting untuk punya mimpi lain sebagai cadangan”.

Cinta yang baru-baru ini mengakui kalau Justin Bieber adalah guilty pleasure terbarunya ini memang ambisius untuk mengenyam tingkat pendidikan yang terbaik dan tertinggi. Tapi meski demikian itu masih tetap menyempatkan diri untuk memupuk impian utamanya, untuk sukses di Hollywood,

“Aku mengambil jurusan psikologi dan ilmu politik di Columbia University, tapi di saat libur kuliah aku juga tetap ikut audisi di Los Angeles,” celotehnya. “Januari kemarin, aku sempat merekam dua single bahasa Inggris yang di bantu oleh produser Amerika. Akhir tahun ini, aku akan membuat video klip single “Boomerang”.”

Untuk mengejar impian dan ambisinya tersebut, artis dan penyanyi, bintang “The Philosophers” ini tak segan-segan untuk hidup sendiri di New York, belajar sambil audisi film di Hollywood. Bahkan satu lagi impiannya adalah berkeliling dunia sama seperti ayahnya, “Papiku pernah menjabat sebagai General [Manager] Hyatt International, sehingga pekerjaannya membuat keluargaku tinggal di beberapa negara. Karena itu aku ingin memiliki pekerjaan yang bisa membawa aku keliling dunia.” (RD)
Info Tambahan
Marshanda, Shireen Sungkar, dan Nia Ramadhani merupakan pesaing Cinta dalam ajang penghargaan SCTV Awards dengan kategori Aktris Ngetop pada tahun 2007, yang akhirnya Cinta mampu mengungguli mereka dan mendapatkan penghargaan tersebut.

Selain itu, di tengah kesibukannya, Cinta Laura sempat membintangi beberapa iklan, yaitu Samsung B200 cell phone dan Honda Beat bersama Afgan.
Biografi Singkat
Cinta Laura yang mempunyai nama lengkap Cinta Laura Kiehl ini memulai karirnya di dunia hiburan Indonesia sebagai finalis Top Model 2006. Salah seorang juri ajang pemilihan tersebut adalah Sanjay Maulani, seorang casting director di MD Entertainment. Cinta pun langsung ditawari main sinetron.

Putri dari pasangan Michael Kiehl dan Herdiana, SH ini akhirnya menerima tawaran untuk menjadi bintang utama dalam sinetron CINDERELLA produksi MD Entertainment.

Uniknya, empat bulan pertama, Cinta bukannya syuting, melainkan mendapat kursus bahasa Indonesia, plus latihan akting. Maklumlah Cinta memang besar di berbagai negara, mengikuti tempat tugas ayahnya sebagai General Manager Hotel Grand Hyatt.
Sinetron CINDERELLA-lah yang mengenalkan Cinta ke masyarakat Indonesia.

Sampai akhirnya Cinta mendapatkan penghargaan SCTV Awards dengan kategori Aktris Ngetop pada tahun 2007. Cinta yang memiliki tinggi 170 cm dan berat 44 kg ini juga disibukkan dengan kegiatan mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak kurang mampu.

Karena lahir dan dibesarkan di luar negeri, Cinta memiliki keunikan dibandingkan artis Indonesia pada umumnya. Logat dan aksen bicaranya seperti percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Ciri khas inilah yang membuat sosoknya lebih mudah dikenal.

Setelah menjajal kemampuannya dengan belajar olah vokal dan sempat tampil sepanggung dengan Ahmad Dhani menyanyikan lagu Umbrella milik Rihanna, Cinta akhirnya masuk dapur rekaman. Bersama Duo Maia, Cinta membawakan lagu Penghianat Cinta

Desember 2009, ia merilis single Cinta atau Uang dan album pertamanya yang dinamai dirinya sendiri, Cinta Laura. Untuk menyukseskan karirnya dalam bidang musik di Internasional, akhir Januari 2011 lalu, ia berduet dengan Guy Sebastian, penyanyi Australia, pemenang Australian Idol 2003 dalam lagu Who’s That Girl.

Lagu tersebut pun menduduki chart 1 di beberapa tangga lagu Australia dan Selandia Baru. Guy sangat senang dengan adanya kesempatan ini serta berharap lagu ini bisa dinikmati oleh pendengar di Asia khususnya Indonesia.

Pada akhir bulan Juni 2011, Cinta Laura sedang shooting selama tujuh minggu untuk membintangi sebuah film Hollywood yang juga bekerja sama dengan SCTV yaitu The Philosopher yang diproduksi melibatkan bintang internasional dan akan diputar di seluruh bioskop dunia.

Melalui casting untuk film The Philosophers dengan dua artis Indonesia lainnya, akhirnya ia terpilih. Pemainnya sendiri berasal dari Australia dan Inggris, salah satu diantaranya adalah bintang film Harry Potter, Bonnie Wright, yang berperan sebagai pacar Harry Potter.

Cinta pun merasa mendapat kejutan besar dengan kesempatan itu, dimana ia akan memerankan tokoh Utami. Film yang disutradarai John Huddles dan diproduseri oleh George Zakk ini dipastikan tak mengkhawatirkan studi lanjutannya di Amerika Serikat yang akan ditempuhnya.
Karya
Album :

2010 Guardian Angel
2010 Shoot Me
2009 Cinta Atau Uang
2008 You Say Aku
2008 Oh Baby
Filmografi :
2008 Oh Baby Baby MD Entertainment
2010 Seleb Kota Jogja (SKJ) Gadis Starvision Plus

Singel bersama :

2009 Penghianat Cinta Sang Juara
oleh Duo Maia
2009 Let’s Get The Beat Ost. Beat Hits
bersama Afgan
2011 Who’s That Girl Twenty Ten
oleh Guy Sebastian
Penghargaan
2006 Finalis Top Model
2007 SCTV Awards 2007
2007 Majalah Gadis
2007 Panasonic Awards 2007
2008 Tabloid Gaul
2008 Majalah Trax
2008 Tabloid Bintang
2008 Majalah Teen
2008 Majalah Gadis
2008 Majalah Hai
2008 I-Gossip
2008 Indonesia Kids Choice Awards
2008 Indonesian Star Wannabe Award
2009 Anugerah Planet Muzik
2009 Indonesia Kids Choice Awards
2010 AXN Asia
2010 Indonesia Kids Choice Awards
2010 Indonesian Star Wannabe Award
2011 SCTV Music Awards
2011 Champion Teens
2011 Anugerah Musik Indonesia
2011 Indonesia Kids Choice Awards
2011 FTV Awards

Kisah Nyata seorang artis film Indonesia

Kapanlagi.com – Produser film PELET KUNTILANAK, Shankar RS, menyatakan jika film yang semula berjudul PELET CELANA DALAM itu memang diambil dari kisah hidup seorang artis yang kasusnya pernah heboh di infotainment. Namun meski begitu, Shankar enggan menyebutkan siapa artis yang dimaksud.
“Ya kalian pasti tahulah, kasusnya sendiri pernah sangat menghebohkan kok. Saya nggak etis kalau menyebutkan namanya,” ujar Shankar saat ditemui di acara pressjunket film PELET KUNTILANAK di FX Plaza, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5).

Berdasarkan penelusuran KapanLagi.com®, artis cantik Cut Memey memang pernah mengalami kasus dengan mantan suaminya yang menudingnya telah memelet sang suami.

Sementara itu, mengenai ide ceritanya sendiri, Shankar mengatakan jika persoalan pelet memang banyak membuat orang penasaran. Oleh karena itu, dirinya pun sampai harus melakukan observasi untuk membuat film ini.

“Film PELET KUNTILANAK itu lebih kepada mengangkat kisah yang terjadi di masyarakat. Selama ini diketahui banyak yang penasaran terhadap pelet celana dalam. Terbukti ribuan orang setiap hari penasaran mencari jawaban di Google, terkait pelet tersebut. Dari sanalah, film tersebut idenya didapat,” ujarnya.

“Dengan melihat film ini, mungkin masyarakat jadi memperoleh jawaban. Mereka tidak lagi penasaran, apakah pelet celana dalam itu ada. Jadi film ini, ceritanya tidak mengada-ada. Kita juga sebelumnya melakukan riset kecil-kecilan untuk mendukung film ini,” pungkas Shankar

Pemain film TOP di indonesia

Artis Indo yang Sukses

Jika dulu artis Indo yang dikenal hanya Tamara Blesynski dan Ari Wibowo, kini banyak artis muda keturunan yang meramaikan dunia hiburan Indonesia.

Sebut saja yang sempat naik daun dan banyak diperbincangkan banyak orang, Luna Maya. Artis muda cantik keturunan Indonesia-Austria ini kental sekali Indonya: badan tinggi semampai, memiliki bentuk mata yang besar, bulat, dan kebiruan. Luna mengawali kariernya sebagai model. Kemudian, ia mencoba keberuntungan di bidang film.

Beberapa film yang dibintanginya cukup sukses seperti Tiga Puluh Hari Mencari CintaBrownies, Cinta Silver, dan beberapa film lainnya.

Orang mengenal Luna tidak hanya sebagai model, tetapi juga pemain film dan presenter. Bahkan, belakangan Luna mencoba mengembangkan kariernya di dunia tarik suara. Sayang, belum dapat memperlihatkan kebolehannya dalam bidang ini, ia sudah tersangkut masalah.

Artis indo lain yang juga cukup eksis di dunia entertaiment Indonesia adalah Rianty Cartwright. Artis cantik keturunan Indonesia, Jerman, dan Turki ini juga sama seperti Luna Maya. Rianty mengawali kariernya sebagai model, pemain film, dan kemudian ia dikenal sebagai VJ MTV Indonesia.

Selain itu, Rianty dikenal sebagai bintang sinetron, bintang iklan, dan bintang video klip. Beberapa film yang pernah dibintanginya adalahEiffel I’m in love, Jomblo, D’bijis, dan yang sukses mengantarkan namanya menjadi semakin dikenal adalah Ayat-ayat Cinta.

Selain Luna maya dan Rianty Cartwright, artis Indo cantik lainnya yang sedang naik daun adalah Cinta Laura. Secara fisik, Cinta tidak begitu terlihat Indonya. Namun, jika ia sudah berbicara, tak ragu untuk menyebutnya bule. Logat Inggrisnya sangat kental.

Gadis keturunan Indonesia-Jerman ini mengawali karier dari model juga. Kemudian, ia membintangi sejumlah sinetron, bintang iklan, dan kini ia dikenal juga sebagai penyanyi.

Walaupun karier artisnya belum lama, Cinta sudah memperlihatkan kebolehannya dengan memenangkan berbagai penghargaan, di antaranya sebagai aktris ngetop (SCTV Award), Indonesian Star Wannabe (Indonesia Kids Choice Awards), dan aktris terbaik versi majalah Bintang.

Nabila Syakieb. Artis cantik kelahiran Bogor 18 November 1985 ini adalah salah satu artis keturunan yang juga dapat sukses di dunia hiburan Indonesia. Artis keturunan Indonesia-Aran ini dikenal sebagai model, bintang iklan, dan pemain sinetron.

10 Indo Artis yang Ngetop

  1. Cinta Laura
  2. Rianty Cartwrigh
  3. Luna Maya
  4. Nabila Syakieb
  5. Dewi Sandra
  6. Nadin Chandrawinata
  7. Marcel Chandrawinata
  8. Jullie Estelle
  9. Cathy Sharon
  10. Tamara Blesynski

10 film terbaik di tahun 2000

10 film indonesia terbaik (2000-2010)

inilah 10 film indonesia terbaik dari tahun 2000-2010 versi haryofilm.blogspot.com

1.Berbagi Suami

Film ini bercerita tentang tiga wanita dari kebudayaan berbeda namun sama-sama mempunyai suami yang melakukan poligami. Dalam proses pembuatannya, film ini melalui proses observasi dan riset. Film ini adalah kisah poligami dari sudut pandang perempuan.

2. Pasir Berisik

“Pasir Berbisik” adalah siratan kisah cinta multi-dimensi antara seorang gadis dusun yang sedang mencari jati diri, dan ibunya yang lelah-batin dengan dihantui rasa takut kehilangan. Dalam usahanya menemukan dirinya, Daya (Dian Sastrowardoyo) memberontak terhadap kungkungan rapat yang dibangun oleh curahan cinta yang berlebihan dari ibunya, Berlian (Christine Hakim), yang hidup mandiri dari berjualan jamu. Tertuturlah suatu kancah pertarungan sepi, yang diwarnai oleh bahasa kalbu alam gurun yang mengelilingi mereka.

3. Gie

Film ini diangkat dari buku Catatan Seorang Demonstran karya Gie sendiri, namun ditambahkan beberapa tokoh fiktif agar ceritanya lebih dramatis. Menurut Riri Riza, hingga Desember 2005, 350.000 orang telah menonton film ini. Pada Festival Film Indonesia 2005, Gie memenangkan tiga penghargaan, masing-masing dalam kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik (Nicholas Saputra), dan Penata Sinematografi Terbaik (Yudi Datau).

4.Laskar Pelangi

Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.

5. Nagabonar jadi 2

Nagabonar Jadi 2 adalah sebuah film Indonesia tahun 2007 yang merupakan sekuel dari film Naga BonarFilm Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2007 dan “Movie of the Year” dari Guardians e-Awards. Versi novel film ini, juga berjudul Nagabonar Jadi 2, ditulis oleh Akmal Nasery Basral, novelis yang juga wartawan majalah Tempo. Film ini menjadi film terlaris tahun 2007 dengan meraih penjualan tiket sebanyak 2,4 Juta penonton (1987). Film ini meraih penghargaan sebagai

6. Janji Joni

Janji Joni bercerita mengenai seorang tukang pengantar gulungan film, Joni (Nicholas Saputra), yang tidak pernah telat mengantar gulungan film. Suatu hari saat dia bertemu dengan seorang wanita jelita (Mariana), Joni menanyakan namanya. Tapi perempuan itu hanya akan memberitahukannya kalau Joni bisa mengantarkan film tepat waktu. Joni berpikir ini adalah hal yang mudah, namun kali ini seisi kota Jakarta seakan-akan berkomplot melawannya. film ini menjadi film terbaik versi tempo magazine, dan meraih dua piala citra.

7. Ada Apa Dengan Cinta

film ini menjadi bukti awal keberhasilan aktris Dian sastrowardoyo dan aktor tampan Nicholas saputra untuk memerankan karakter cinta dan rangga. bagaimana tidak, dialog dalam film inipun mungkin menjadi hits dikalangan ABG. “Salah gue, salah temen-temen gw, salah siapa coba…” atau pada kalimat puisi rangga “pecahkan saja gelasnya…” film ini juga memenangkan 3 piala citra untuk pemeran utama wanita
(dian sastrowardoyo), sutradara terbaik (rudi soedjarwo), penata musik terbaik.

8. Jamila dan Sang presiden

seorang wanita mengaku telah membunuh seorang menteri. dia adalah jamila. jamila langsung masuk headline televisi. orang-orang bersimpatik terhadap jamila karena pasti jamila mempunyai alasan kenapa sampai ia membunuh seorang menteri. tapi tidak sedikit yang menghujat jamila. lalu pengacara jamila menganjurkan jamila agar ia meminta GRASI (keringanan hukuman terhadap terdakwa) kepada Presiden. jamila tidak meminta GRASI. Jamila hanya diam seolah kematian hanya tinggal menunggu waktu. tapi jamila berpikir ia akan merasa bebas apabila ia mati. karena kaum rendah hanya ada pada jurang kematian

9. rumah dara/macabre

Adjie dan Astrid, pasangan suami istri yang akan diberkati kehadiran anak pertama, pergi bersama 3 temannya ke Bandung pada suatu malam. Perjalanan ini merupakan usaha terakhir Adjie untuk berpamitan dengan adiknya, Ladya. Kedua kakak-beradik ini sudah tak akur lagi, dan besok Adjie harus berangkat ke Australia untuk memulai hidup baru
Pertemuan mereka tidak berjalan mulus pada mulanya. Ladya yang seorang pemberontak menyalahkan Adjie atas tragedi di masa lalu. Tetapi atas bujukan Astrid, Ladya mengalah dan dengan sungkan ikut mengantar ke bandara
Perjalanan terhenti ketika seorang perempuan cantik menghampiri mereka dengan cemas dan lingkung. “Nama saya Maya. Saya baru saja dirampok,” ujarnya. Berniat menolong, mereka pun mengantar perempuan ini pulang
Sesampainya di rumah Maya, mereka diperkenalkan kepada seorang perempuan anggun dan misterius bernama Dara. Disinilah niat tulus dan maksud baik menjadi awal bencana
Siapakah Dara sebenarnya? Apa yang diinginkan oleh sosok-sosok lain penghuni rumah tersebut? Adakah harapan untuk selamat bila keluar dari rumah itu saja tampak mustahil?
Malam ini, semuanya tak akan baik-baik saja.

10. cin(T)a

Cina (Sunny Soon), adalah mahasiswa baru 18 tahun beretnis Batak Cina. Cina tumbuh menjadi seorang remaja yang lugu karena tidak pernah mengalami kegagalan, tapi ia yakin bisa mewujudkan impiannya dengan modal tekad yang kuat. Annisa (Saira Jihan), mahasiswi muslimah 24 tahun beretnis Jawa yang kuliahnya terhambat oleh kariernya di industri perfilman. Ketenaran dan kecantikan membuatnya kesepian, sehingga ia bersahabat dengan jari bermuka sedih. Hingga satu hari ketika ada jari lain datang sehingga Annisa tidak lagi kesepian. Tuhan adalah karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang mencoba untuk mendeskripsikan-Nya. Setiap orang merasa mereka mengenal-Nya. Setiap kesenian mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang benar-benar seperti-Nya. Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.

10 film horor terbaik di indonesia

Arham Vhy – Horror adalah salah satu genre film yang digandrungi banyak orang khususnya di Indonesia. Baca : 10 Film Horor Terbaik Sepanjang Sejarah. Tapi anehnya sekarang ini jarang sekali film horror nasional yang benar – benar membawa kita dalam ketakutan yang sesungguhnya. Film horror sekarang tidak seperti film horror pada era 80an yang mampu membuat bulu kuduk berdiri padahal Cuma mendengar efek suara lolongan anjing, gambar kuburan, atau melihat mata pemeran hantu yang melotot padahal hanya menggunakan tata rias seadanya. Ada beberapa film horror jaman dulu yang begitu melekat di ingatan karena mampu menjadi mimpi buruk waktu kecil.

Apakah anda ingat atau tahu adegan Suzzana makan sate di film Sundel Bolong (1981)? Adegan Leak (Mahkluk yang hanya kepala dan jeroannya terbang) menghampiri “anu”-nya Ibu hamil dan menghisap bayinya di film Mystics In Bali (1981)? Adegan anak lelaki yang hendak shalat lalu jendelanya terbuka dan di depan jendela ada sesosok Kuntilanak di film Pengabdi Setan (1982)?. Kalau sekarang nonton lagi rasanya belum tentu kesan seram itu akan hadir pada diri kita, tapi ada film yang berhasil menakut – nakuti penonton. Lalu bagaimana dengan nasib film horror satu dekade terakhir?

Berikut ini film horor yang terseram 2000 – 2012:

10. Mati Suri (2009)

Sutradara: Rizal Mantovani |Pemain: Nadine Chandrawinata, Yama Carlos, Tyas Mirasih & Keith Foo | Produksi: Maxima Pictures

Scary Moment:
Adegan mati lampu, saat sosok yang disebut Dajjal yang akan mengambil nyawa Abel(Nadine Chandrawinata). Sosok Dajjal adalah pocongkk yang dibungkus kain batik tradisional. Ya unsur etnik dan tradisional yang dibawa dalam penampakan Dajjal ditambah efek lighting yang dramatis membuat film ini tertolong karena selebihnya tidak ada yang menakutkan dan tidak ada yang istimewa.

9. Kesurupan (2008)

Sutradara: Rizal Mantovani |Pemain: Nia Ramadhani, Shareefa Daanish, & Andhika Pratama | Produksi: MD Pictures

Scary Moment:
Adegan Alin (Shareefa Daanish) pertama kali kesurupan di dalam tenda sangat memorable dan cukup membuat merinding apalagi saat mulai berbicara dalam bahasa Sunda dan mengusir orang – orang. Akting Daanish disini tidak kalah menakutkan dibanding aktingnya sebagai Dara, Daanish mampu memberikan gesture dan ekspresi yang pas saat memainkan adegan kesurupan plus gerakan – gerakan senam lantai seperti kayang.

8. Hantu (2007)

Sutradara: Adrianto Sinaga | Pemain: Dhea Ananda, Oka Antara, Dwi Andhika, Andhika Gumilang, & Monique | Produksi: Grandiz Media Production

Scary Moment:
Ketika Rinjani (Dhea Ananda) kesurupan terlihat sangat real sekali ditambah sengan suasana hutan di sepanjang film yang mencekam juga penampakan mahkluk penunggu hutan yang cukup mengerikan.

7. Hantu Rumah Ampera (2009)

Sutradara: Rudi Soedjarwo | Pemain: Ben Joshua, Nadilla Ernesta,Rahma Landy, & Meity Josefina | Produksi: Rapi Film

Scary Moment:
Ketika Ibunya Adit (Ben Joshua) sedang shalat di kamar di rumah barunya tiba – tiba di belakangnya ada sesosok wanita yang mengikuti gerakan shalat Ibu Adit sungguh memorable dan membuat bulu kuduk berdiri. Juga adegan saat Ibu Adit lupa membereskan sajadah dan mukenanya lalu saat Ibu tertidur ada sesosok wanita yang sedang shalat mengenakan mukena Ibu. Karena saya tahu ada cerita nyata tentang makhluk gaib yang suka shalat, maka adegan – adegan tersebut mampu menghadirkan sensasi buluk kuduk merinding.

6. Tusuk Jelangkung (2003)

Sutradara: Dimas Djayadiningrat | Pemain: Marcella Zalianty, Iqbal Rizantha, Dinna Olivia, Samuel Rizal, Thomas Nawilis, AA. Gde Wipra, & Ian’s Bachtiar | Produksi: Rexinema

Scary Moment:
Sebenarnya penampakan Kuntilanaknya tidak ada seram – seramnya sama sekali tetapi yang membuat bulu kuduk berdiri adalah adegan Sam yang digoda oleh teman kostnya yang mesum, Sam yang marah tiba – tiba kesurupan dan menyanyikan tembang durmo. Ketika Sam menyanyikan bait, “Jin Setan Kang Tak Utusi” Sorot mata Sam (Julie Estelle) yang tajam dan dingin ditambah kekuatan magis dalam tembang Durmo-lah yang membuat ketakutan tersendiri bagi saya. Adegan ini terbukti memenangkan Best Scary Scene di MTV Indonesia Movie Awards (MIMA) 2007 dan menurut ane Kuntilanak ini juga sekuelnya merupakan Masterpiece dari Rizal Mantovani.

4. Legenda Sundel Bolong (2007)

Sutradara: Hanung Bramantyo | Pemain: Jian Batari Anwar, Tio Pakusadewo, Uli Auliani, & Baim | Produksi: Rapi Film

Scary Moment:
Adegan Kepala Desa yang menelusuri jalan setapak lalu saat berbalik arah tiba – tiba ada yang memanggilnya lalu terdengar musik tradisional sunda. Ditengah pepohonan bambu dan gelapnya malam ada sesosok wanita yang menari ronggeng dengan selendangnya lalu memperlihatkan punggungnya yang bolong lengkap dengan rangkaian tulang belakangnya. Selanjutnya setiap penampakan si Sundel Bolong Imah ini cukup membuat merinding dengan ekspresi yang pas dari Jian Batari.

3. Titisan Naya dalam Takut (Faces of Fear) (2008)

Sutradara: Riri Riza | Pemain: Dinna Olivia, Dewi Irawan, & Junior Liem | Produksi: Miles Films & Komodo Films

Scary Moment:
Film ini sangat luar biasa menghadirkan feel dan ambience seramnya. Saya sendiri terlahir di keluarga Jawa yang memiliki keris yang harus dimandikan dengan ritual tertentu jadinya Titisan Naya (Dinna Olivia) sangat mampu membuat bulu kuduk berdiri. Adegan mati lampu dan Naya mencari ibunya ditambah dengan penampakan sesepuh – sesepuh Naya yang memakain pakaian adat Jawa sangat luar biasa seram. Akting Dinna Olivia juga sangat meyakinkan sungguh saya begitu ingin film ini dibuat versi panjangnya.

2. Jelangkung (2001)

Sutradara: Rizal Mantovani & Jose Purnomo | Pemain: Wingky Wiryawan, Harry Pantja, Melanie Ariyanto, Rony Dozer, & Ian’s Bachtiar | Produksi: Rexinema

Scary Moment:
Film ini sangat hebat daya pikatnya, meskipun hanya dibuat dengan peralatan teknis seadanya dan tidak terlalu wah seperti sekuelnya Tusuk Jelangkung. Jelangkung menghadirkan atmosfer horror yang kental ditambah dengan icon baru perhantuan Indonesia, si Bocah Turah. Adegan paling menakutkan adalah saat Ferdi (Wingky Wiryawan Dkk memburu hantu di rumah sakit tua, penampakan Suster Ngesot di kaca dan saat asik ngesot sangat menakutkan. Adegan suster ngesot lainnya yang hadir di depan kamar Gita adalah klimaks ketakutan bagi saya. Jelangkung dengan plotnya anak remaja main – main ke hutan dan melakukan hal yang dilarang sangat menjadi trend di perfilman horror Indonesia.

1. Keramat (Sacred) (2009)

Sutradara: Monty Tiwa | Pemain: Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Dimas Projosujadi, Diaz Ardiawan, & Brama Sutasara | Produksi: Starvision Plus

Scary Moment:
Buat saya Keramat adalah full packed horror, tidak hanya menakut – nakuti tetapi ada nilai – nilai baik yang tersurat dalam film ini. Keramat juga mengcapture dengan baik penokohan dan watak orang – orang yang terlibat di dalamnya yang sangat Indonesia sekali. Dengan penggunaan metode penambilan gamabr sudut pandang subjektif, Keramat berhasil membuat penonton ikut merasa takut. Adegan yang menakutkan dalam film ini tergolong banyak, Adegan kesurupan Migi, Gamelan yang bunyi sendiri, Penampakan pocongkk, Gamelan dan wayang yang tiba – tiba ada ditengah hutan, dan yang pasti paling membuat merinding adalah Penampakan orang – orang yang membawa tandu berisi mayat.

Perfilman Action Indonesia

Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari.

Pada tahun-tahun itu acara Festival Film Indonesia masih diadakan tiap tahun untuk memberikan penghargaan kepada insan film Indonesia pada saat itu. Tetapi karena satu dan lain hal perfilman Indonesia semakin jeblok pada tahun 90-an yang membuat hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema yang khusus orang dewasa. Pada saat itu film Indonesia sudah tidak menjadi tuan rumah lagi di negara sendiri. Film-film dari Hollywood dan Hong Kong telah merebut posisi tersebut.

Hal tersebut berlangsung sampai pada awal abad baru, muncul film Petualangan Sherina yang diperankan oleh Sherina Munaf, penyanyi cilik penuh bakat Indonesia. Film ini sebenarnya adalah film musikal yang diperuntukkan kepada anak-anak. Riri Riza dan Mira Lesmana yang berada di belakang layar berhasil membuat film ini menjadi tonggak kebangkitan kembali perfilman Indonesia. Antrian panjang di bioskop selama sebulan lebih menandakan kesuksesan film secara komersil.

Setelah itu muncul film film lain yang lain dengan segmen yang berbeda-beda yang juga sukses secara komersil, misalnya film Jelangkung yang merupakan tonggak tren film horor remaja yang juga bertengger di bioskop di Indonesia untuk waktu yang cukup lama. Selain itu masih ada film Ada Apa dengan Cinta? yang mengorbitkan sosok Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ke kancah perfilman yang merupakan film romance remaja. Sejak saat itu berbagai film dengan tema serupa yang dengan film Petualangan Sherina (film oleh Joshua, Tina Toon), yang mirip dengan Jelangkung (Di Sini Ada Setan, Tusuk Jelangkung), dan juga romance remaja seperti Biarkan Bintang Menari, Eiffel I’m in Love. Ada juga beberapa film dengan tema yang agak berbeda seperti Arisan! oleh Nia Dinata.

Selain film-film komersil itu juga ada banyak film film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisik yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakim seperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film film seperti Beth, Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun.

Saat ini dapat dikatakan dunia perfilman Indonesia tengah menggeliat bangun. Masyarakat Indonesia mulai mengganggap film Indonesia sebagai sebuah pilihan di samping film-film Hollywood. Walaupun variasi genre filmnya masih sangat terbatas, tetapi arah menuju ke sana telah terlihat